5 Bahaya Jurnal Predator dan Cara Menghindarinya

menghindari jurnal predator

Bahaya dan Cara Menghindari Jurnal Predator – Pada artikel ini, kita akan mengenali sebuah media publikasi yang harus di hindari oleh kalangan Akademisi (peneliti) terutama dosen yaitu Jurnal Predator. Istilah ini ditemukan pertama kali oleh pustakawan dari Universitas Colorado yaitu Jeffrey Beall. Sebenarnya seperti apakah jurnal ini dan bagaimana cara menghindari jurnal predator? Simak pada ulasan berikut.

Jurnal Predator

Pada awalnya, seorang Pustakawan dari Universitas Colorado memiliki situs pribadi yang menulis terkait Open Access. Setelah bertahun-tahun di teliti, Jeffrey Beal merasa ada yang janggal dengan tingkat publikasi jurnal ilmiah di dunia. Ada banyak sekali jurnal-jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah tanpa mengikuti format jurnal yang berlaku.

Akhirnya Jeffrey membuat black list, atau daftar hitam untuk jurnal-jurnal yang menerbitkan artikel-artikel tanpa memenuhi standar penulisan jurnal dan memasukan ke dalam daftar pantauan sebelum blacklist.

Namun ternyata, setelah Jeffrey mengumpulkan list jurnal selama bertahun-tahun di Blog, blog Jeffrey harus di tutup pada tahun 2016 dikarenakan banyaknya tuntutan dari banyak pihak terutama jurnal-jurnal yang merasa di rugikan.

Baca Juga :

Bahaya Jurnal Predator

Sebenarnya, fenomena jurnal seperti ini memang benar adanya dan ada di depan mata. Bahaya Jurnal predator yang utama ini adalah mereka berfokus pada bisnis dengan cara mengumpulkan dana anggaran dari peneliti sebanyak-banyaknya tanpa melihat atau mengecek kualitas artikel yang akan di terbitkan.

Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh jurnal ini sehingga penulis harus dapat menghindari jurnal predator. Adapun bahaya jurnal predator adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan plagiarisme

Keberadaan jurnal predator sangat berpengaruh terhadap tingkat plagiarisme publikasi ilmiah. Faktanya, tujuan utama dari jurnal ini hanyalah bisnis semata yang tanpa pandang bulu dapat menerima publikasi ilmiah dari siapapun tanpa melewati tahap publikasi standar salah satunya cek plagiarism. Bagaimana jika terus berlanjut, tentu tingkat plagiarisme di dunia akan naik secara signifikan. Maka dari itu, sebisa mungkin penulis menghindari jurnal predator jika tidak ingin menjadi korban bisnis.

2. Hilangnya Kualitas Penelitian

Secara tidak langsung publikasi ilmiah yang ditulis oleh peneliti sangat diragukan kualitasnya karena belum tentu artikel ilmiah yang di publikasi pada jurnal ini merupakan artikel yang benar-benar dibuat secara standar penelitian. inilah bahaya jurnal predator yang sangat merugikan semua kalangan, sehingga sejak dini kita harus belajar menghindari jurnal predator agar bersama-sama menghentikan peredaran jurnal ini.

3. Menjadi jalan cepat bagi penulis (blackhat)

Di beberapa instansi pendidikan, penulisan jurnal ilmiah merupakan syarat penting bagi peneliti untuk bisa naik pangkat. Cara yang cepat bagi penulis adalah dengan mencari jurnal jenis ini. Bagaimana hal ini jika terus berlanjut? sedangkan bahaya jurnal predator ini salah satunya sangat sulit untuk dibedakan dengan jurnal-jurnal biasa. Apakah dapat instansi pendidikan memeriksa lebih ketat juga apakah jurnal yang diterbitkan tidak masuk dalam kategori jurnal ini atau tidak? Hal ini tentu kembali ke kesadaran penulis karena biasanya penulis pun tidak mau menerbitkan tulisannya di jurnal jenis ini kecuali penulis tersebut ingin mencari jalan pintas.

Baca : 10 Referensi Gratis Untuk Penelitian

4. Penulis mendapat reputasi buruk

Yang paling dirugikan dari keberadaan jurnal ini adalah penulis. Penulis tentu sangat senang jika karya nya dapat diterbitkan pada media jurnal. Namun penulis harus jeli bahwa tawaran yang diterima nya itu adalah jurnal yang jelas asal usulnya dengan kualitas baik atau malah jurnal jenis ini. Alih-alih dapat meningkatkan citra penulis malah memperburuk kualitas dan citra penulis. Hati-hati ya sebisa mungkin penulis harus mengetahui cara menghindari jurnal predator.

5. Memeras Penulis dengan Biaya yang Mahal

Seperti admin jelaskan diatas, bahwa tujuan utama kemunculan jurnal ini adalah bisnis. Jadi jangan heran jika jurnal ini menawarkan syarat-syarat mudah untuk publikasi namun dengan patokan biaya yang mahal. Jika penulis tidak teliti, tentu penulis lebih mempertimbangkan syarat publikasi daripada biaya publikasi.

Menghindari Jurnal Predator

setelah kita mengetahui bahaya jurnal predator, ternyata dampak yang ditimbulkan sangat mengerikan. Tidak hanya penulis yang dirugikan dari keberadaan jurnal ini melainkan dunia ilmiah dari berbagai bidang juga turut merasakannya. Bayangkan saja jika sebuah penelitian dari satu bidang misalnya dunia medis di dunia ini tidak melewati tahapan kualitas, tentu ilmu di bidang medis akan lebih banyak menampilkan artikel ilmiah dengan kualitas rendah karena publikasi tersebut tidak dapat dijamin apakah benar melewati penelitian praktik sesungguhnya atau omongan belaka? dapat dibayangkan bukan jika penelitian palsu diterapkan di dunia kesehatan?

Untuk itu mari kita sama-sama membasmi keberadaan jurnal pencari mangsa ini setidaknya setelah kita mengetahui bahaya jurnal predator ini kita juga dapat menghindari jurnal predator dengan memperhatikan beberapa tips berikut ini:

  • Luruskan niat untuk dapat menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas
  • Pastikan jurnal tersebut terindeks pada Scimago dan Scopus.
  • Waspada terhadap daftar hitam jurnal yang dibuat oleh Jeffrey Beal
  • Pastikan tulisan anda mengikuti tahapan standar penulisan jurnal yang benar tanpa ada pemalsuan data
  • Adanya kesepakatan biaya di awal untuk proses penyuntingan jurnal hingga terbit
  • Pastikan bahwa kontak yang tertera bukan kontak palsu atau bahkan nama Palsu. Anda dapat mencari tahu nama dan kontak tersebut terlebih dahulu jika ada kesamaan dari nama langsung saja dihubungi untuk memastikan tidak adanya pencatutan nama.
  • Waspadai biasanya nama jurnal-jurnal seperti ini dibuat mirip dengan nama jurnal besar yang tujuannya mendapat impresion tinggi di pencarian dan berharap menjadi alternatif setelah penulis merasa tidak dapat mempublikasikan pada jurnal besar utama. Selain itu, dengan nama yang mirip berharap dapat mengelabui calon penulis.
  • konsultasikan dengan teman dan Pustakawan yang lebih berpengalaman tentang cara menghindari jurnal predator

Demikianlah artikel tentang cara menghindari jurnal predator, semoga bermanfaat untuk kita semua terutama penulis dan peneliti. Jika ada hal yang ingin di ditanyakan mari kita diskusikan di kolom komentar. Terima kasih.

Referensi

  • https://www.alomedika.com/mengidentifikasi-dan-menghindari-jurnal-predator
  • https://predatoryjournals.com/journals/

  • https://scholarlyoa.com/individual-journals/

  • http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/announcement/view/7
  • Belajar Menulis, Belajar Berbagi Lewat Tulisan.

    You May Also Like

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *