5 Sistem Automasi Open Source Terbaik Untuk Perpustakaan

aplikasi slims

5 Sistem Automasi Open Source Untuk Perpustakaan – Sistem automasi adalah hal paling dasar yang wajib dimiliki oleh Perpustakaan saat ini. Pada era perpustakaan lama, menerapkan sistem automasi di perpustakaan mungkin akan dianggap sebagai suatu keunggulan. Namun berbeda di era informasi sekarang ini yang semua membutuhkan informasi cepat dengan akses tanpa batas, penerapan sistem automasi merupakan suatu keharusan yang wajib di terapkan pertama kali oleh perpustakaan. Bahkan saat ini, jika ada perpustakaan yang belum memiliki sistem automasi maka perpustakaan tersebut berpotensi ditinggalkan oleh Pemustaka karena dianggap tertinggal dengan perkembangan informasi.

Pentingnya Penerapan Sistem Automasi Perpustakaan

Itulah mengapa suatu perpustakaan saat ini diwajibkan memiliki sistem automasi sebagai langkah awal pengelolaan perpustakaan. Jika dilihat fakta di lapangan yang mana perpustakaan memang sangat sulit sekali mendapatkan dana dan biaya untuk mengembangkan sistem automasi dari stake holder, maka sebagai pengelola perpustakaan jangan berkecil hati karena sistem automasi ini beragam, ada yang sifatnya memang berbayar dan membutuhkan perangkat peralatan yang canggih, dan ada juga yang sifatnya open source atau bisa didapatkan secara gratis dan bebas di kembangkan sesuai kebutuhan.

Sistem Automasi Open Source Perpustakaan sangat banyak tersebar di internet, namun kita harus dapat memilih aplikasi yang paling tepat dengan kebutuhan perpustakaan kita. Pilihlah aplikasi automasi yang anda mampu untuk kelola dengan mandiri, karena mau tidak mau pengelolaan perpustakaan juga sudah termasuk dengan pengelolaan sistem perpustakaan sehingga kita harus siap. Selain itu, pilihlah aplikasi dengan komunitas yang banyak sehingga suatu saat jika kita menemukan kendala (troubleshooting) kita dapat bertanya kepada forum/komunitas aplikasi tersebut.

Daftar Sistem Automasi Open Source Perpustakaan

Di artikel ini, admin telah merangkum  rekomendasi 5 sistem automasi open source untuk perpustakaan yang patut untuk di coba. Apa saja 5 sistem tersebut silahkan simak disini.

1. Aplikasi SLIMS (Senayan Library Information Management Systems)

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi open source terbaik di Indonesia ini. Senayan atau dikenal dengan Senayan Library Information Management systems (SLiMS) ini merupakan aplikasi open source yang dikembangkan oleh 2 orang bersahabat yang bekerja di perpustakaan dan kuliah di jurusan ilmu perpustakaan yaitu Hendro Wicaksono dan Arie Nugraha.
SLIMS merupakan aplikasi perpustakaan yang cukup kompleks dengan berbagai fitur lengkap untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan. Fitur-fitur yang tersedia di aplikasi slims juga sangat beragam, mulai dari fitur wajib perpustakaan seperti katalogisasi, sirkulasi, inventarisasi dan keanggotaan hingga fitur-fitur khusus seperti penyalinan katalog dari perpusnas, fitur Z39.50 hingga fitur pengiriman bibliography melalui OAI-PMH.

Baca : Cara Mengonlinekan Aplikasi SLiMS

Saat ini, Aplikasi SLiMS sudah berdiri sejak tahun 2006 dan sudah melahirkan banyak versi mulai versi seulanga, versi matoa, versi meranti, versi cendana, akasia hingga saat ini sudah versi 9.1.1 codename “Bulian”.
Selain itu, Aplikasi SLIMS memiliki komunitas pengembang terbesar di Indonesia yang tersebar di setiap provinsi di Indonesia. Maka dari itu, tidak heran jika selalu ada update terbaru baik berupa plugin atau kustomisasi tampilan (theme) karya-karya pengembang dari seluruh nusantara. Sesuai data tahun 2020, Aplikasi SLIMS sudah digunakan di 1923 perpustakaan di Indonesia dan 75 perpustakaan dari berbagai Negara.
Di Indonesia sendiri, sudah banyak pengembangan aplikasi SLIMS dari berbagai jenis perpustakaan terutama pada perpustakaan perguruan tinggi Negeri maupun swasta yang mengembangkan sistem automasi perpustakaan berbasis slims dapat terintegrasi dengan sistem akademik (SIAKAD). Untuk contoh pengguna Aplikasi SLiMS di Indonesia pasti sudah banyak yang tahu salah satunya seperti perpustakaan Perguruan Tinggi UNSIYAH dan Perpustakaan BPSDM Kemenkumham dari perpustakaan Lembaga Pemerintahan.

2. InlisLite by Perpusnas

Sistem automasi yang patut anda coba adalah InlisLite. Sistem automasi open source buatan Perpusnas ini juga menawarkan berbagai fitur untuk menjalankan aktifitas kerumahtanggaan perpustakaan. Inlislite juga menjadi salah satu aplikasi automasi perpustakaan open source yang banyak digunakan oleh Perpustakaan terutama perpustakaan Instansi Pemerintahan. Sama seperti Aplikasi Slims, inlislite juga memiliki fitur lengkap seperti OPAC, sirkulasi, keanggotaan dan pelaporan.
Namun ada yang unik dari fitur Inlislite ini, jika pada Slims ingin menambah fitur seperti perpanjangan mandiri maka pengelola harus menginstall plugin terlebih dahulu, sedangkan maka pada inlislite banyak fitur yang sudah default atau bawaan. Sama juga dengan fitur peminjaman mandiri yang sudah menjadi fitur bawaan dari Inlislite, sedangkan jika di Aplikasi SLIMS harus melakukan “oprek” atau pengembangan terlebih dahulu. Di Indonesia, sudah banyak sekali pengguna aplikasi Inlislite namun tetap admin berikan contoh seperti Disperpusip Provinsi Kalsel dan Perpustakaan Perguruan tinggi seperti Perpustakaan Fakultas FEB Universitas Brawijaya

3. Koha Integrated Library

Koha Integrated Library merupakan aplikasi open source untuk perpustakaan yang terkenal secara global. Koha sudah dikenal di berbagai Negara dan menjadi salah satu aplikasi open source perpustakaan terbaik di Dunia.
Menurut data yang diperoleh dari Library Technology  saat ini Koha sudah di Install di 5.145 perpustakaan baik perpustakaan pusat maupun perpustakaan cabang di seluruh Dunia. Statistik pengguna terbanyak aplikasi Koha adalah perpustakaan umum sebanyak 2099 (22%), perpustakaan perguruan tinggi (18%) dan selebihnya digunakan di perpustakaan sekolah dan perpustakaan khusus.
Di Indonesia sendiri masih sangat jarang ditemukan perpustakaan yang menggunakan Koha sebagai sistem automasi open source perpustakaan. Sejauh ini, admin hanya menemukan 1 perpustakaan yang diketahui menggunakan Koha yaitu Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sedangkan di luar negeri pengguna terbanyak KOHA adalah Amerika Serikat (US) dan juga di negeri jiran Indonesia seperti malaysia juga banyak yang menggunakan Koha seperti Perpustakaan Umum Kelantan dan perpustakaan Asia E-University Kuala Lumpur

4. OPALS (Open Source Automation Library Systems)

Berbeda dengan KOHA, OPALS merupakan sistem automasi open sorce yang lebih banyak digunakan oleh perpustakaan Sekolah. Dilihat dari data yang ada, pengguna OPALS saat ini sebanyak 1.892 Perpustakaan dari seluruh dunia dan 672(72%) didominasi oleh Perpustkaan sekolah. Contoh perpustakaan Sekolah yang menggunakan sistem automasi OPALS adalah Alexandria Central School Library  yang berada di Alexandria Bay, Kota New York, United States.

Baca Juga : Install Slims 9 Bulian di Cpanel

5. Evergreen

Evergreen juga aplikasi open source untuk sistem automasi open source perpustakaan yang sangat baik . Dilihat dari statistik penggunanya, Evergreen sudah digunakan di 776 Perpustakaan di dunia dan dominasi 89% oleh perpustakaan umum. Contoh perpustakaan umum yang menggunakan Evergreen adalah OPAC Burnham Library yang berada di Connecticut, United States.

Tips Memilih Sistem Automasi Perpustakaan

Dari ke 5 sistem automasi open source tersebut, tentu memiliki standar perpustakaan dan keunggulan masing-masing. Namun untuk memilih sistem apa yang lebih baik untuk diterapkan, jawabannya adalah sesuai dengan kesanggupan kita sebagai pustakawan mengelola perpustakaan. Namun beberapa tips berikut ini mungkin dapat membantu untuk memilih sistem apa yang sesuai dengan kriteria kita.

a. Pilih sistem automasi yang Open Source. Open Source artinya Free. Free bukan berarti gratis namun bebas digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan. Ini sangat membantu kita untuk dapat lebih leluasa mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan tanpa menunggu pihak vendor.

b. Pilih sistem automasi yang komunitas nya banyak, jika kita menemukan kendala di tengah jalan saat menggunakan sistem perpustakaan, pastikan kita tahu kemana kita harus mencari bantuan dan jalan keluar.

c. Pilih sistem yang mudah dimengerti, carilah sistem yang menurutmu paling mudah untuk di pelajari sehingga pada saat kita ingin mengembangkan lebih jauh, kita sudah memahami konsep dan alur pengembangannya.

d. Pilih sistem dengan proses instalasi yang mudah. Terakhir, cari tahu sampai matang kira-kira sistem mana yang mudah untuk di install pada server perpustakaan. Kalau bisa juga cari sistem yang support untuk 2 server seperti windows dan linux, cari sistem automasi yang support untuk di install dari kedua server tersebut.

Penutup

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa penerapan sistem automasi tidak membutuhkan biaya murah, mulai dari perangkat komputer, jaringan dan internet, namun kiranya sebagai pengelola perpustakaan harus mampu menerapkan sistem automasi open source perpustakaan dengan biaya rendah sekalipun. Pengelola dapat mencari sistem open source agar menghemat biaya pengembangan automasi. Rekomendasi admin adalah aplikasi slims.

Selain itu, carilah sistem open source yang mudah untuk di pelajari terutama jika ada kendala teknis bagaimana perbaikannya, jika terdapat banyak komunitas yang dapat membantu tentu kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggunakan jasa konsultan aplikasi. Jadi mau menggunakan aplikasi slims, inlislite, koha dan lain lain itu semua sama, artinya tidak ada alasan kita sebagai pengelola perpustakaan tidak menerapkan sistem automasi open source erutama di era new normal ini dan yang perlu di garis bawahi, kita mampu mengoperasikan serta maintenancenya.

√ 5 Sistem Automasi Open Source Terbaik Untuk Perpustakaan - Ruang Referensi

artikel ini membahas tentang 5 Sistem Automasi Open Source Terbaik Untuk Perpustakaan, semoga dapat menjadi referensi terbaik bagi kita semua. Baiklah kita

Harga Mata Uang: IDR

Sistem operasi: Windows, Linux, Hosting

Kategori Aplikasi: Perpustakaan

Belajar Menulis, Belajar Berbagi Lewat Tulisan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *